Biaya Kuliah Kedokteran UNSRI Jalur SNMPTN VS Mandiri

Salah satu pertimbangan penting dalam memilih program studi di perguruan tinggi adalah biaya kuliah. Biaya kuliah bisa berbeda-beda tergantung pada jenis jalur masuk, program studi, dan fasilitas yang ditawarkan oleh perguruan tinggi.

Program studi yang banyak diminati oleh calon mahasiswa adalah program studi kedokteran. Program studi ini menjanjikan prospek karir yang menarik dan bergengsi, namun juga membutuhkan biaya kuliah yang tidak sedikit.

Perguruan tinggi negeri yang memiliki program studi kedokteran adalah Universitas Sriwijaya (UNSRI). UNSRI merupakan salah satu universitas terkemuka di Sumatera Selatan yang berdiri sejak tahun 1960.

UNSRI memiliki 12 fakultas dan 67 program studi, termasuk Fakultas Kedokteran (FK) yang didirikan pada tahun 1976. FK UNSRI menawarkan program pendidikan dokter (S1) dan program pascasarjana (S2 dan S3) di bidang kedokteran.

Biaya Kuliah Kedokteran UNSRI Jalur SNMPTN VS Mandiri

Lalu, berapa biaya kuliah kedokteran di UNSRI? Apa saja komponen biaya kuliah yang harus dibayar oleh mahasiswa? Bagaimana cara mendapatkan bantuan biaya kuliah dari pemerintah atau pihak lain?

Biaya Kuliah Kedokteran UNSRI Berdasarkan Jalur Masuk

UNSRI menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur masuk, yaitu jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan jalur mandiri. Jalur SNMPTN merupakan jalur seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik atau non-akademik lainnya.

Jalur SBMPTN merupakan jalur seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis atau ujian keterampilan. Jalur mandiri merupakan jalur seleksi yang diselenggarakan oleh UNSRI sendiri dengan berbagai kriteria dan mekanisme.

Biaya kuliah kedokteran UNSRI berbeda-beda tergantung pada jalur masuk yang dipilih oleh mahasiswa. Biaya kuliah di UNSRI menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), yaitu sistem pembayaran uang kuliah per semester yang besarnya ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa.

UKT di UNSRI dibagi menjadi delapan level, mulai dari level I dengan UKT terendah hingga level VIII dengan UKT tertinggi.

Berikut adalah tabel biaya kuliah kedokteran UNSRI berdasarkan jalur masuk dan level UKT2:

Jalur Masuk Level UKT Biaya Kuliah per Semester
SNMPTN I Rp 2.200.000
SNMPTN II Rp 3.000.000
SNMPTN III Rp 4.000.000
SNMPTN IV Rp 5.000.000
SNMPTN V Rp 6.000.000
SNMPTN VI Rp 8.000.000
SNMPTN VII Rp 10.000.000
SNMPTN VIII Rp 15.000.000
SBMPTN I Rp 2.200.000
SBMPTN II Rp 3.000.000
SBMPTN III Rp 4.000.000
SBMPTN IV Rp 5.000.000
SBMPTN V Rp 6.000.000
SBMPTN VI Rp 8.000.000
SBMPTN VII Rp 10.000.000
SBMPTN VIII Rp 15.000.000
Mandiri I Rp 2.200.000
Mandiri II Rp 3.000.000
Mandiri III Rp 4.000.000
Mandiri IV Rp 5.000.000
Mandiri V Rp 6.000.000
Mandiri VI Rp 8.000.000
Mandiri VII Rp 10.000.000
Mandiri VIII Rp 20.000.000

Dari tabel di atas, terlihat bahwa biaya kuliah kedokteran UNSRI untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN sama, yaitu berkisar antara Rp 2,2 juta hingga Rp 15 juta per semester.

Sedangkan biaya kuliah kedokteran UNSRI untuk jalur mandiri lebih tinggi, yaitu berkisar antara Rp 2,2 juta hingga Rp 20 juta per semester. Hal ini karena jalur mandiri merupakan jalur yang lebih fleksibel dan tidak terbatas oleh kuota pemerintah.

Selain biaya kuliah per semester, mahasiswa kedokteran UNSRI juga harus membayar biaya awal (BOP) sebesar Rp 200 juta pada saat pendaftaran (registrasi).

BOP ini hanya dibayarkan sekali dan tidak berlaku untuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi. BOP ini digunakan untuk mendukung fasilitas dan sarana prasarana pendidikan kedokteran di UNSRI.

Komponen Biaya Kuliah Kedokteran UNSRI

Biaya kuliah kedokteran UNSRI terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

UKT, yaitu biaya kuliah per semester yang besarnya ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. UKT ini mencakup biaya operasional pendidikan, seperti biaya pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan akademik, dan pelayanan umum.

BOP, yaitu biaya awal yang dibayarkan sekali pada saat pendaftaran (registrasi) sebesar Rp 200 juta. BOP ini digunakan untuk mendukung fasilitas dan sarana prasarana pendidikan kedokteran di UNSRI.

Biaya preklinik, yaitu biaya kuliah tambahan yang dibayarkan oleh mahasiswa kedokteran UNSRI pada semester III hingga semester VI sebesar Rp 30 juta per semester. Biaya preklinik ini digunakan untuk mendanai kegiatan praktikum dan laboratorium yang dilakukan oleh mahasiswa pada tahap preklinik.

Biaya klinik, yaitu biaya kuliah tambahan yang dibayarkan oleh mahasiswa kedokteran UNSRI pada semester VII hingga semester XII sebesar Rp 45 juta per semester. Biaya klinik ini digunakan untuk mendanai kegiatan praktik klinik dan koasistensi yang dilakukan oleh mahasiswa pada tahap klinik.

Skema Bantuan Biaya Kuliah Kedokteran UNSRI

Bagi mahasiswa kedokteran UNSRI yang memiliki keterbatasan ekonomi atau prestasi akademik yang tinggi, ada beberapa skema bantuan biaya kuliah yang bisa dimanfaatkan, yaitu:

Beasiswa Bidikmisi

Diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Beasiswa Bidikmisi ini mencakup biaya kuliah (UKT) dan biaya hidup selama masa studi.

Beasiswa Bidikmisi ini bisa didapatkan oleh mahasiswa baru yang masuk melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN dengan memenuhi persyaratan akademik dan ekonomi yang ditetapkan.

Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)

Yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa berprestasi akademik dengan IPK minimal 3,00.

Mencakup biaya kuliah (UKT) sebesar Rp 1 juta per semester. Beasiswa PPA ini bisa didapatkan oleh mahasiswa lama yang sudah menyelesaikan minimal 36 SKS dengan IPK minimal 3,00.

Beasiswa BPP-PPA (Bantuan Pembiayaan Pendidikan-Peningkatan Prestasi Akademik)

Diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa berprestasi akademik dengan IPK minimal 3,00 yang berasal dari keluarga kurang mampu. Beasiswa BPP-PPA ini mencakup biaya kuliah (UKT) sebesar Rp 2 juta per semester dan biaya hidup sebesar Rp 500 ribu per bulan.

Beasiswa BPP-PPA ini bisa didapatkan oleh mahasiswa lama yang sudah menyelesaikan minimal 36 SKS dengan IPK minimal 3,00 dan memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW setempat.

Beasiswa Unggulan

Yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa berprestasi akademik dan non-akademik tingkat nasional atau internasional. Beasiswa Unggulan ini mencakup biaya kuliah (UKT) dan biaya hidup selama masa studi.

Beasiswa Unggulan ini bisa didapatkan oleh mahasiswa baru atau lama yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik tingkat nasional atau internasional, seperti juara olimpiade, lomba penelitian, lomba seni, dll.

Beasiswa Lainnya

Diberikan oleh pihak lain selain pemerintah, seperti yayasan, perusahaan, organisasi, dll. Beasiswa lainnya ini bisa mencakup biaya kuliah (UKT), biaya hidup, atau biaya lainnya tergantung pada ketentuan pemberi beasiswa.

Beasiswa lainnya ini bisa didapatkan oleh mahasiswa baru atau lama dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemberi beasiswa. Contoh beasiswa lainnya adalah beasiswa LPDP, beasiswa Tanoto Foundation, beasiswa Djarum Foundation, dll.

Advertisement
Bagikan Jika Bermanfaat

Leave a Comment

Scroll to Top