Langkah Awal untuk Mencatat Transaksi Pelunasan Piutang dari Pelanggan

Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima uang dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.

Merupakan salah satu aset lancar yang penting bagi perusahaan, karena menunjukkan potensi arus kas masuk di masa depan.

Namun, piutang juga memiliki risiko tidak tertagih, yaitu jika pelanggan tidak membayar hutangnya sesuai dengan jatuh tempo.

Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pengelolaan piutang dengan baik, termasuk mencatat transaksi pelunasan piutang dari pelanggan.

Mencatat Transaksi Pelunasan Piutang dari Pelanggan

Sebelum mencatat transaksi pelunasan piutang dari pelanggan, ada beberapa langkah awal yang harus dilakukan oleh perusahaan, yaitu:

Langkah Awal untuk Mencatat Transaksi Pelunasan Piutang dari Pelanggan

Membuat daftar piutang usaha

Daftar piutang usaha adalah dokumen yang berisi informasi mengenai jumlah, nama, dan jatuh tempo piutang dari masing-masing pelanggan. Daftar ini berguna untuk memantau status piutang dan menentukan prioritas penagihan.

Mengirimkan tagihan atau invoice kepada pelanggan

Tagihan atau invoice adalah dokumen yang berisi rincian barang atau jasa yang telah diserahkan kepada pelanggan, beserta jumlah yang harus dibayar, tanggal jatuh tempo, dan cara pembayaran.

Harus dikirimkan kepada pelanggan sesegera mungkin setelah penjualan kredit dilakukan, agar pelanggan dapat mengetahui kewajiban mereka dan mempersiapkan pembayaran.

Menerima pembayaran dari pelanggan

Pembayaran dari pelanggan dapat diterima melalui berbagai cara, seperti tunai, cek, transfer bank, kartu kredit, atau debit.

Perusahaan harus mencatat tanggal dan jumlah pembayaran yang diterima dari masing-masing pelanggan, serta metode pembayaran yang digunakan.

Mengecek keseimbangan piutang

Setelah menerima pembayaran dari pelanggan, perusahaan harus mengecek keseimbangan piutang, yaitu selisih antara jumlah piutang awal dan jumlah pembayaran yang diterima.

Jika keseimbangan piutang masih positif, berarti piutang belum lunas sepenuhnya dan masih ada sisa hutang yang harus dibayar oleh pelanggan. Jika keseimbangan piutang nol atau negatif, berarti piutang sudah lunas atau ada kelebihan pembayaran.

Setelah melakukan langkah-langkah awal tersebut, perusahaan dapat mencatat transaksi pelunasan piutang dari pelanggan di dalam buku besar akuntansi.

Pelunasan piutang masuk ke jurnal apa?

Pelunasan piutang akan dicatat pada jurnal penerimaan kas. Penerimaan piutang akan menyebabkan bertambahnya kas dan berkurangnya piutang.

Oleh karena itu, penerimaan piutang akan dicatat pada jurnal penerimaan kas dengan cara mencatatnya pada akun kas di sebelah debet dan akun piutang di sebelah kredit. Jadi, jawaban yang tepat adalah jurnal penerimaan kas.

Apa yang dimaksud dengan pelunasan piutang?

Pelunasan piutang adalah suatu sistem pencatatan pembayaran yang telah dilakukan oleh pelanggan atas penjualan yang dilakukan melalui metode kredit, pelunasan yang disebabkan oleh pembayaran tersebut, dan juga transaksi lain yang akan melibatkan piutang.

Tujuan dari dibuatnya jurnal pelunasan piutang adalah agar bisa mencatat berapa banyak uang yang diterima oleh pelanggan sebagai bentuk pembayaran atas akun terhadap penjualan kredit perusahaan itu sendiri.

Kapan piutang bertambah dan berkurang?

Piutang adalah klaim sejumlah uang, barang atau jasa kepada pelanggan atau pihak-pihak lain yang timbul karena adanya transaksi penjualan yang dilakukan secara kredit.

Piutang bertambah karena adanya transaksi penjualan secara kredit. Sedangkan piutang akan berkurang apabila ada transaksi pembayaran piutang.

Apakah piutang sama dengan tagihan?

Piutang adalah tagihan yang wajib dilunasi oleh pembeli. Dengan kata lain, tagihan tersebut merupakan hak yang dapat diklaim oleh individu, perusahaan, organisasi dari adanya transaksi secara kredit. Jadi, piutang dan tagihan memiliki arti yang sama.

Dokumen apa saja yang termasuk ke dalam pencatatan piutang?

Dokumen yang termasuk dalam pencatatan piutang adalah sebagai berikut:

  1. Faktur Penjualan: Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan kartu piutang karena transaksi dilakukan secara kredit.
  2. Memo: Berfungsi sebagai dasar pencatatan dalam menghapus piutang.
  3. Bukti Kas Masuk (BKM): Dokumen ini digunakan untuk mencatat penerimaan kas dari pelunasan piutang.
  4. Nota Kredit: Dokumen ini digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya retur penjualan atau potongan harga.
  5. Penjualan: Catatan ini digunakan untuk mencatat penjualan secara kredit.
  6. Penerimaan Kas: Untuk mencatat penerimaan kas dari pelunasan piutang.
  7. Retur Penjualan: Digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya retur penjualan atau potongan harga.
  8. Umum atau Jurnal Memorial: Catatan ini digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dicatat pada jurnal-jurnal lainnya.
Advertisement
Bagikan Jika Bermanfaat

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top