Zat Kimia yang Berfungsi untuk Menghantarkan Rangsang Listrik Adalah

Zat kimia yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang listrik adalah zat yang dapat membawa dan mengalirkan muatan listrik melalui suatu medium. Zat kimia ini dapat berupa senyawa, larutan, atau gas yang memiliki ion-ion bebas yang dapat bergerak.

Menghantarkan rangsang listrik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu elektrolit dan neurotransmitter.

Elektrolit adalah zat kimia yang dapat menghantarkan arus listrik, ketika dilarutkan dalam air atau pelarut lainnya. Elektrolit memiliki ion-ion yang terpisah di dalamnya, sehingga mampu membawa muatan listrik dan menghantarkannya melalui larutan.

Elektrolit umumnya ada sebagai solusi dari asam, basa atau garam. Contoh elektrolit adalah larutan garam dapur (NaCl), larutan asam sulfat (H2SO4), larutan basa natrium hidroksida (NaOH), dan lain-lain.

Neurotransmitter adalah zat kimia yang berada di dalam tubuh dan bertugas untuk menyampaikan pesan atau sinyal antara satu sel saraf (neuron) ke sel saraf target.

Zat Kimia yang Berfungsi untuk Menghantarkan Rangsang Listrik Adalah

Neurotransmitter dilepas pada ujung sel neuron yang terdapat di sinaps dan berikatan dengan reseptor pada permukaan sel neuron target dan juga bisa sel-sel otot atau sel kelenjar.

Dapat menghantarkan rangsang listrik karena adanya gaya tarik antara muatan listrik pada neurotransmitter dan reseptor.

Memiliki peran yang sangat penting untuk otak manusia dalam mengatur kinerja berbagai sistem tubuh. Contoh neurotransmitter adalah asetilkolin, dopamin, serotonin, noradrenalin, dan lain-lain.

Zat Kimia Berfungsi Menghantarkan Rangsang Listrik

Zat kimia yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang listrik memiliki banyak manfaat dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa contohnya adalah:

Elektrolit digunakan dalam berbagai jenis perangkat elektronik seperti baterai, sel surya, dan kapasitor1. Elektrolit membantu menghasilkan arus listrik yang diperlukan untuk menjalankan perangkat tersebut.

Juga penting untuk kesehatan tubuh manusia. Elektrolit membantu menjaga keseimbangan cairan dan pH tubuh, serta mengatur fungsi jantung, otot, saraf, dan organ lainnya.

Kekurangan atau kelebihan elektrolit dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi, hiponatremia, hiperkalemia, dan lain-lain.

Neurotransmitter mempengaruhi suasana hati, emosi, perilaku, motivasi, ingatan, belajar, tidur, nafsu makan, nyeri, dan banyak lagi. Juga terlibat dalam proses penyembuhan luka, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, dan metabolisme.

Gangguan pada neurotransmitter dapat menyebabkan berbagai penyakit mental seperti depresi, skizofrenia, bipolar, Parkinson, Alzheimer, dan lain-lain.

Yang dimaksud zat kimia Beserta contohnya

Zat kimia adalah suatu bentuk materi yang memiliki komposisi kimia dan sifat karakteristik yang konstan. Zat kimia juga dikenal sebagai zat murni.

Ia tidak dapat dipisahkan menjadi komponen dengan metode pemisahan fisika, yaitu tanpa memutus ikatan kimia. Zat kimia bisa berupa unsur kimia, senyawa kimia, ion atau paduan.

Contoh zat kimia adalah:

Air (H2O), yang merupakan senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air memiliki sifat seperti titik didih, titik beku, kerapatan, dan kelarutan yang konstan.

Emas (Au), yang merupakan unsur kimia yang memiliki nomor atom 79. Emas memiliki sifat seperti warna kuning, kilau, konduktivitas listrik, dan kekerasan yang konstan.

Garam dapur (NaCl), yang merupakan senyawa kimia yang terdiri dari satu atom natrium dan satu atom klorin. Garam dapur memiliki sifat seperti rasa asin, titik leleh, titik didih, dan struktur kristal yang konstan.

Sifat Zat Kimia Adalah

Sifat kimia zat adalah karakteristik atau perilaku zat yang dapat diamati saat zat tersebut mengalami perubahan secara kimia, yaitu perubahan yang mengubah identitas atau susunan atom zat tersebut.

Sifat kimia zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi antara zat dengan zat lain, seperti oksigen, air, api, atau cahaya.

Mudah terbakar: sifat zat yang menunjukkan kemampuan untuk bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan panas dan cahaya. Contoh: kayu, kertas, bensin.

Berkarat: sifat zat yang menunjukkan kemampuan untuk bereaksi dengan oksigen dan air dan menghasilkan senyawa baru yang berwarna cokelat kemerahan. Contoh: besi, tembaga.

Mudah meledak: sifat zat yang menunjukkan kemampuan untuk bereaksi secara cepat dan hebat dengan melepaskan banyak gas dan energi. Contoh: dinamit, petasan.

Beracun: sifat zat yang menunjukkan kemampuan untuk menyebabkan kerusakan atau kematian pada organisme hidup. Contoh: arsenik, sianida.

Radioaktif: sifat zat yang menunjukkan kemampuan untuk memancarkan partikel atau gelombang energi tinggi yang dapat merusak sel-sel hidup. Contoh: uranium, plutonium.

Baca Juga : Cara Mematikan Bunyi Token Listrik Permanen

Sifat kimia zat memiliki banyak manfaat dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contohnya adalah:

  1. Sifat mudah terbakar dimanfaatkan untuk menghasilkan energi panas dan listrik, misalnya pada pembakaran bahan bakar fosi.
  2. Sifat berkarat dimanfaatkan untuk melindungi logam dari korosi lebih lanjut, misalnya pada proses galvanisasi.
  3. Sifat mudah meledak dimanfaatkan untuk menghancurkan benda-benda keras atau membuka jalan, misalnya pada peledakan batu atau terowongan.
  4. Sifat beracun dimanfaatkan untuk membunuh hama atau penyakit, misalnya pada pestisida atau obat-obatan.
  5. Sifat radioaktif dimanfaatkan untuk menghasilkan energi nuklir, mengobati kanker, atau mendeteksi benda-benda tersembunyi, misalnya pada reaktor nuklir, radioterapi, atau sinar-X.

Zat Kimia Berperan Dalam Rangsangan Listrik Pada Tubuh

Zat kimia yang berperan dalam rangsangan listrik pada tubuh adalah neurotransmitter. Neurotransmitter adalah senyawa kimia yang dilepas oleh sel saraf (neuron) pada ujungnya yang terdapat di sinaps, yaitu celah antara dua neuron atau antara neuron dengan sel target lainnya.

Baca Juga : Beli Token Listrik 50 Ribu Dapat Berapa kWh?

Neurotransmitter berikatan dengan reseptor pada permukaan sel target dan menyebabkan perubahan potensial listrik pada sel tersebut. Dapat menghantarkan rangsangan listrik karena adanya gaya tarik antara muatan listrik pada neurotransmitter dan reseptor.

Memiliki peran yang sangat penting untuk otak manusia dalam mengatur kinerja berbagai sistem tubuh, seperti denyut jantung, pernapasan, siklus tidur, nafsu makan, konsentrasi, gerakan otot, pencernaan, hingga suasana hati.

Neurotransmitter juga terlibat dalam proses penyembuhan luka, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, dan metabolisme. Deurotransmitter dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan cara kerjanya, yaitu.

Neurotransmitter rangsang (eksitasi), yang mendorong neuron target untuk melakukan suatu tindakan. Contoh: epinefrin dan norepinefrin.

Penghambat (inhibisi), yang menghambat aktivitas neuron target. Contoh: serotonin dan gamma-aminobutyric acid (GABA).

Modulator (neuromodulator), yang memengaruhi neuron dalam jumlah besar pada satu waktu dan berkomunikasi dengan jenis neurotransmitter lainnya. Contoh: dopamin dan asetilkolin.

Baca Juga : Menghitung Biaya Abodemen Listrik 2.200 Watt

Contoh neurotransmitter yang terkenal antara lain adalah:

  1. Asetilkolin, yang berperan dalam mengatur gerakan otot, memori, belajar, dan tidur.
  2. Dopamin, yang berperan dalam mengatur motivasi, emosi, perilaku, dan gerakan tubuh.
  3. Serotonin, yang berperan dalam mengatur suasana hati, nafsu makan, tidur, nyeri, dan fungsi seksual.
  4. Noradrenalin, yang berperan dalam mengatur kewaspadaan, perhatian, stres, dan tekanan darah.
  5. Endorfin, yang berperan dalam mengatur rasa nyaman, bahagia, dan mengurangi rasa sakit.

Apakah tubuh manusia memiliki energi listrik?

Energi listrik dalam tubuh manusia berasal dari atom yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu proton, elektron, dan neutron.

Proton memiliki muatan positif, elektron memiliki muatan negatif, dan neutron memiliki muatan netral. Dalam keadaan normal, atom dalam tubuh manusia memiliki jumlah proton dan elektron yang seimbang, sehingga muatannya netral.

Baca Juga : Melihat Biaya Abodemen Listrik Pascabayar Perbulannya

Namun, dalam beberapa kondisi, atom dalam tubuh manusia dapat kehilangan atau mendapatkan elektron, sehingga muatannya menjadi tidak seimbang. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya listrik statis, yaitu kekuatan listrik tidak seimbang yang berkumpul pada suatu permukaan objek.

Listrik statis dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti gesekan antara pakaian dan kulit, aktivitas sehari-hari seperti duduk atau berbaring terlalu lama, jenis sepatu dan cara berjalan, kelembapan udara tempat tinggal, dan kondisi kulit.

Listrik statis dapat menyebabkan kita merasakan sensasi tersetrum ketika menyentuh objek lain yang memiliki muatan berbeda. Ini karena adanya perpindahan elektron dari objek yang bermuatan negatif ke objek yang bermuatan positif untuk mencapai keseimbangan.

Selain listrik statis, tubuh manusia juga memiliki listrik dinamis, yaitu listrik yang mengalir secara terus-menerus. Listrik dinamis dalam tubuh manusia berperan untuk mengatur berbagai fungsi organ, seperti otak, jantung, otot, dan saraf.

Baca Juga : Bagian Atom Manakah yang Tidak Bermuatan Listrik?

Listrik dinamis dalam tubuh manusia dihasilkan oleh sel saraf (neuron) yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Neuron memiliki ion kalium yang bermuatan negatif di dalamnya dan ion natrium yang bermuatan positif di luar sel.

Ion kalium dan natrium ini dibatasi oleh membran sel yang bersifat semipermeabel. Ketika neuron menerima rangsangan dari luar atau dari neuron lain, membran sel akan membuka saluran ion untuk membiarkan ion kalium keluar dan ion natrium masuk.

Advertisement
Bagikan Jika Bermanfaat

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top